Sudah membudaya di masyarakat, jika Hari Raya Idul Fitri tiba pasti yang terucap adalah kata "Minal 'Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin", dan itu sudah menjadi kebiasaan kita mengucapkan ungkapan kata tersebut, termasuk saya hehehe...
Nah, saat ini ada sedikit referensi yang menarik untuk menjelaskan ungkapan makna kata tersebut.
Disadur dari penjelasan Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam buku Lentera Hati.
Beliau menjelaskan makna “Minal ‘Aidin Wal Faizin,” demikian harapan dan doa yang kita ucapkan kepada sanak keluarga dan handai tolan pada Idul Fitri. Apakah yang dimaksud dengan ucapan ini?
Sayang, kita tidak dapat merujuk kepada Al-Quran untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kata ‘Aidin, karena bentuk kata tersebut tidak bisa kita temukan di sana. Namun dari segi bahasa, Minal ‘Aidin berarti “(semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali.” Kembali di sini adalah kembali kepada fitrah, yakni “asal kejadian”, atau “kesucian”, atau “agama yang benar”.
Setelah mengasah dan mengasuh jiwa yaitu berpuasa selama satu bulan, diharapkan setiap Muslim dapat kembali ke asal kejadiannya dn menemukan “jati dirinya”, yaitu kembali suci sebagai mana ketika ia baru dilahirkan serta kembali mengamalkan ajaran agama yang benar. Ini semua menuntut keserasian hubungan, karena menurut Rasulullah, Al-Aidin Al-Mu’amalah, yakni keserasian dengan sesama manusia, lingkungan, dan alam.
Sementara itu, Al-Faizin diambil dari kata fawz yang berarti “keberuntungan”. Apakah “keberuntungan” yang kita harapkan itu? Di sini kita dapat merujuk pada Al-Quran, karena 29 kali kata tersebut, dalam berbagai bentuknya, terulang. Menarik juga untuk diketengahkan bahwa Al-Quran hanya sekali menggunakan bentuk afuzu (saya beruntung). Itupun menggambarkan ucapan orang-orang munafik yang memahami “keberuntungan” sebagai keberuntungan yang bersifat material (baca QS 4:73).
Bila kita telusuri Al-Quran yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang menggunakan kata fawz, ditemukan bahwa seluruhnya (kecuali QS 4:73) mengandung makna “pengampunan dan keridhaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi.” Kalau demikian halnya, Wal Faizin harus dipahami dalam arti harapan dan doa, yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh ampunan dan ridha Allah SWT sehingga kita semua mendapatkan kenikmatan surga-Nya.
Salah satu syarat untuk memperoleh anugerah tersebut ditegaskan oleh Al-Quran dalam surah An-Nur ayat 22, yang menurut sejarah turunnya berkaitan dengan kasus Abubakar r.a. dengan salah seorang yang ikut ambil bagian dalam menyebarkan gosip terhadap putrinya sekaligus istri Nabi, Aisyah. Begitu marahnya Abubakar sehingga ia bersumpah untuk tidak memaafkan dan tidak memberi bantuan apapun kepadanya.
Tuhan memberi petunjuk dalam ayat tersebut: Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 24:22).
Nah, sekarang sudah jelas kan ??
Saya berpendapat bahwa orang Islam sering menggungkapkan kata tersebut tanpa mengenal dan tahu apa makna ungkapan yang mereka keluarkan, termasuk saya hehehehe.. mudah-mudahan ini menjadi ilmu yang bermanfaat, dan semoga kita mendapatkan gelar Minal 'Aidzin Wal Faidzin dari Alloh Subhaanahuu Wata'alaa... Amiin.
Dalam kitab suci Al-Quran banyak terkandung rahasia-rahasia yang harus dipikirkan oleh umat manusia. Memang, beberapa ayat Al-Quran menjelaskan bahwa manusia diminta untuk menggunakan akal fikirannya untuk memikirkan arti dan kandungan ayat-ayat Allah, baik yang implisit maupun eksplisit. Salah satunya, yang baru diketahui manusia sekarang adalah rahasia angka dalam Al-Quran. Misalnya, sebuah angka dari sekian banyak dan paling sering muncul di dalam Al-Quran adalah angka 19. Angka 19 itu didapat dari berbagai perhitungan, salah satunya adalah jumlah dari bacaan basmalah yang berjumlah 19 huruf. Selain jumlah huruf bacaan basmalah yang 19, jumlah seluruh huruf dalam Al-Quran adalah 330733, yang bila dibagi dengan bilangan 19 akan ditemukan angka 17407 x 19.
Lihat juga jumlah surat dalam Al-Quran, sebanyak 114. Angka 114 itu bila dipertemukan dengan 19 akan diperoleh hitungan 6 x 19 = 114. ”Bahasa matematikanya kita sebut ’nx19’. Mungkin itulah yang dimaksud dalam Al-Quran surat Al-Muddats-tsir, ke 74 ayat 30; ”Dan di atasnya ada sembilan belas.”
Jumlah rakaat salat selama setahun dengan jumlah ayat dalam Al-Quran. Bila dihitung, jumlah rakaat salat wajib (5 waktu) dalam 1 tahun qomariah adalah 6018 rakaat, ditambah 319 rakaat salat tarawih – witir di 29 hari Ramadan, dan 4 rakaat salat Id (Fitri & Qurban), maka ditemukan angka 6341. Subhanallah, angka ini sama dengan jumlah ayat dalam Al-Quran, minus 7 ayat Al Fatihah, yakni 6341.
Tidak hanya angka ajaib (angka 19), tapi ditunjukkan pula tentang putaran atau sudut yang dibuat saat melakukan shalat. Bukti ini dikenal dengan bentuk transformasi shalat. Salah satunya, salat gerhana berhubungan dengan terjadinya gerhana baik matahari maupun bulan. Dalam shalat gerhana ada dua kali rukuk, setiap ruku’ dianggap bersudut 90 derajat. Jika dijumlah maka sudutnya menjadi 180 derajat. Dalam matematika ini membentuk garis lurus. Logikanya, jika dalam tiap kali kita melakukan ruku itu membentuk 90 derajat, maka dalam tiap satu raka’at itu kita membentuk 360 derajat, sebagaimana bumi berputar yang menandakan sebagai sebuah proses kehidupan. Ternyata, ratusan tahun kemudian para ahli baru menemukan bahwa gerhana pun terjadi akibat posisi bulan, bumi dan matahari yang berada pada satu garis lurus.
Contoh lain, bacaan Allahu Akbar yang diucapkan pada shalat Tarawih dan Witir dengan hari Ramadhan 29 ditambah shalat Ied, akan didapat jumlah 1.786. Angka itu kalau dibagi 19, didapat 94. Adapun angka 94 merupakan jumlah kalimat Allahu Akbar dalam shalat lima waktu; Subuh 11 kali, Dzuhur 22 kali, Ashar 22 kali, Maghrib 17 kali, dan Isya 22 kali.
Sekarang kalau shalat lima waktu kita transformasikan ke bentuk roda gigi, maka gigi tersedikit untuk bumi adalah 12. Angka 12 ini diperoleh dari kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari 2.3.4 yang tak lain adalah 12. Kemudian, bila dijabarkan satu per satu ; shalat Subuh punya roda gigi berjumlah 6 (dari 12 dibagi 2 rakaat). Shalat Dzuhur 3 kali (12 dibagi 4), Ashar 3 kali, Maghrib 4 kali (12 dibagi 3) dan Isya 3 kali. “Yang menarik, gigi shalat ini jumlahnya 6-3-3-4-3 atau 19. Itu sama dengan kalimat Bismilahirahmanirrahim yang berjumlah 19 huruf.
Betapa nikmatnya saat berbuka puasa, kita makan kurma atau minum seteguk air. Lagi pula, secara kesehatan keduanya pun dapat segera memulihkan kondisi lemah tubuh kita. Jadi, prinsip makanan buka puasa ini sangat dianjurkan menggunakan makanan yang mudah cerna, hingga tidak merepotkan kerja lambung yang telah beristirahat demikian lama.
Selain faktor itu, sebaiknya makanan yang kita makan saat berbuka puasa adalah memiliki nilai kalori tinggi agar stamina tubuh kita segera pulih dan mengandung air sebagai pengganti cairan yang banyak terbuang seharian. Pokoknya, makanan pembuka itu dapat dikatakan sebagai "makanan manis". Dan untuk kondisi saat ini makanan tersebut banyak macamnya, di antaranya kurma dan kolak.
Berpuasa menjadikan tubuh manusia sehat dan terhindar dari gejala-gejala penyakit. Makanan manis adalah di antara petunjuk yang bisa kita lakukan agar kita sehat di saat puasa.
Mo Tau Buktinya?
Oke saya beritahu... tapi setelah pesan-pesan berikut ini... so jangan pergi kemana-mana.. hehehe.. (just kidding)
Puasa akan berdampak pada sebuah sel-sel tubuh di mana reaksi-reaksi biokimiawi berlangsung. Di kala alat pencernaan beristirahat, energi yang dibutuhkan diambil dari cadangan karbohidrat dan timbunan lemak. Zat gizi yang masuk diubah menjadi molekul-molekul yang sangat kecil, kemudian diserap dan masuk dalam darah, diteruskan ke sel-sel. Bahan karbohidrat diserap dalam bentuk glukosa. Sedangkan lemak diserap dalam bentuk asam lemak.
Selanjutnya, glukosa dan lemak dibawa darah ke hati, otak, dan otot untuk membentuk energi. Melalui rantai reaksi yang sangat panjang dihasilkan energi CO2. Jika orang makan berlebihan maka kelebihan glukosa akan bergabung membentuk cadangan glikogen. Cadangan ini digunakan sewaktu orang berpuasa.
Selama berpuasa (+/-14 jam) kebutuhan energi diambil dari cadangan glikogen dan lemak. Pada siang hari lemak terus-menerus mengalami perombakan sehingga alat-alat tubuh yang dilapisi lemak dapat bernapas dengan lega dan timbunan lemak yang berbahaya dapat digunakan dan tergeser. Berikutnya, pada malam hari kita makan. Di sinilah terjadi lagi penyimpanan zat-zat energi. Seandainya perombakan dan penyimpanan ini terjadi sebulan penuh, tentunya akan terjadi proses penggantian yang terus-menerus. Dan hasilnya akan terjadi peremajaan sel.
Untuk bagian otak, lain lagi. Kita tahu, otak terdiri dari jaringan lipid atau lemak. Dan lemak di otot berbeda dengan lemak di otak. Bila jaringan lemak di otak ini juga ikut terkuras, maka terjadi kerusakan pada jaringan otak. Energi untuk otak semuanya berasal dari zat gula.
Selama berpuasa zat gula ini datang dari hati. Dan kalau cadangan zat gula di hati habis, hati mencoba mengolah zat-zat lain menjadi zat gula untuk otak. Atas dasar inilah, mungkin mengapa kita disunahkan untuk cepat makan makanan yang manis-manis pada saat berbuka puasa.
Makanan Manis
Pada umumnya umat Islam yang sedang saum banyak yang menyunahkan untuk memakan buah kurma masak terlebih dulu sebelum memakan makanan lainnya. Hal itu sesuai dengan anjuran para ulama, "Makanlah buah kurma 1-2 buah sebelum memakan makanan lainnya pada saat berbuka puasa."
Buah kurma (Phoenix dactylifera) memiliki bentuk silindris, warnanya kuning hingga cokelat kemerahan. Dagingnya tebal, membalut sebutir biji. Kondisi kulit yang tipis membuat daging buahnya mudah dimasuki ragi dari udara, selanjutnya memfermentasi karbohidrat. Saking tingginya kadar gula, buah ini tidak perlu pengawet lagi. Pengeringan biasanya dilakukan oleh matahari.
Kandungan kalori kurma cukup tinggi (317 kal/100 gr), sehingga sangat cocok untuk memulihkan stamina yang anjlok. Kalori yang dihasilkan mayoritas berasal dari karbohidrat.
Selain sebagai "bahan bakar" utama tubuh, fungsi lain zat itu adalah mencegah terjadinya oksigen lemak yang tidak sempurna sehingga menghasilkan bahan-bahan keton berupa asam asetoasetat, aseton, dan asam beta-hidroksi-butiran, yang dibentuk dalam hati dan dikeluarkan melalui urine dengan mengikat basa berupa ion natrium; dapat menyebabkan ketidakseimbangan natirum dan dehidrasi, ketosis atau asidosis yang dapat merugikan tubuh.
Buah kurma ini, selain mengandung karbohidrat, kurma yang masaknya terdapat serat. Semakin dikeringkan nilainya kemungkinan bisa semakin tinggi karena terbentuk resistant starch. Termasuk dalam kategori ini adalah selulosa dan hemiselulosa dari dinding sel tanaman, serta pektin dan gummy, yang merupakan komponen nonstrukral sel tanaman. Kandungan selulosa amat berguna untuk mengatur peristatik usus, sedangkan hemiselulosa dan pektin mampu menyerap banyak air dalam usus besar sehingga memberi bentuk pada sisa makanan yang akan dikeluarkan.
Unsur lain yang tidak boleh dilupakan dari kurma adalah fosfor (mineral terbanyak kedua dalam tubuh setelah kalsium) yang merupakan unsur pokok asam nukleat dan membran sel; menjadi faktor esensial pada seluruh reaksi pembentukan energi dalam sel; juga sebagai komponen berbentuk kristal dari tulang rangka.
Kolak Menu Favorit Makanan Manis
Salah satu menu favorit keluarga saat puasa di bulan Ramadhan adalah kolak. Adapun bahan menu kolak yang sering digunakan adalah pisang, labu, kolang-kaling, dan lainnya.
Buah Pisang
Tanaman golongan famili Musaceae yang bernama latin Musa paradisiaca ini sebagai pembuka dan kerap kali 'direnangkan' dalam kolak. Tanaman pisang ini memiliki banyak varietas. Nilai kalori pisang adalah antara 68-146 kalori/100 gr dengan b.d.d. 70-85 %. Seratnya terdiri dari selulosa, pektin, dan hemiselulosa yang dapat diandalkan untuk menurunkan kolesterol darah, melindungi jantung, serta dijadikan wahana pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan.
Sementara itu, kandungan mineral dari pisang yang menonjol adalah kalium. Sebuah pisang kira-kira memiliki 440 mg. Kalium berfungsi antara lain untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuh, kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, dan membantu pengiriman oksigen ke dalam otak. Kelebihan lainnya, seperti diungkap Yin-Fang dan Cheng-Jun dalam Fruits as Medicine, adalah menghindarkan konstipasi, tenggorokan kering dan susah menelan, hemoroid hingga tak jarang terjadi perdarahan, hipertensi, paru-paru rasa terbakar disertai sesak napas dan batuk-batuk, nyeri bengkak, seperti bisul, sakit pada waktu bangun pagi, setelah mabuk berat.
Buah Labu
Berbagai jenis makanan dari labu sesungguhnya tidak asing bagi masyarakat di berbagai daerah. Di Sumatera Barat yang terkenal kerativitasnya dalam memasak, labu telah dibuat menjadi berbagai jenis makanan yang menarik. Tekstur buah labu biasanya padat, renyah dan berasa manis, serta banyak mengandung air.
Di sejumlah daerah tanaman yang memiliki nama latin Cucurbita moschata ini termasuk suku Cucurbiaceae, dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, buah ini dikenal dengan nama waluh atau labu-merah. Di Madura disebut labuh, sedangkan di Malaysia disebut dengan labu-metah. Ada pula yang menyebutnya labu-parang.
Buah labu ini, jika dimasak untuk kolak, sebaiknya bijinya disertakan. Menurut hasil penelitian, biji labu (yang merah atau kuning) banyak mengandung zat yang berguna bagi kesehatan. Dalam biji labu yang bewarna merah, ditemukan sejumlah asam amino langka, seperti m-karboksifenilalanina, pirazoalanina, asam aminobutirat, etilasparagina, dan strulina. Biji labu merah juga mengandung mineral Zn (seng) dan Mg (magnesium), yang sangat penting untuk kesehatan organ reproduksi, termasuk kelenjar prostat. Ada juga kandungan lemak utama, seperti asam linoleat, asam oleat dan sedikit asam linolenat. Juga vitamin E (tokoferol) dan karotenoid, yaitu lutein dan beta-karoten.
Labu juga mengandung sejumlah asam amino penting yang diperlukan kelenjar prostat, yaitu alanina, glisina dan asam glutamat. Asam amino ini ditemukan baik di labu merah dan labu kuning. Kandungan asam amino ini memiliki khasiat bisa mencegah atau mengatasi hipertrofi atau pembesaran prostat jinak (begin prostatic hyperplasia) pada kaum pria.
Biji Kolang Kaling
Kebanyakan orang suka salah menduga, yaitu menyangka kalau kolang kaling ini buah. Padahal, sebetulnya biji. Buahnya sendiri berwarna hijau saat muda dan agak kekuningan ketika tua. Pohonnya dikenal dengan nama aren (Arenga pinnata). Saat bulan puasa, makanan ini sering hadir bersama pisang dalam kolak.
So buat kamu yang tiap harinya suka makan baling-baling lebih baik ganti aja ma kolang kaling... hahaha.
Di sini, yang patut diwaspadai adalah kolang kaling ini bukan bahan makanan yang kuat disimpan lama. Kerusakannya ditandai dengan timbulnya bau asam atau keluarnya lendir. Guna memperpanjang masa simpan, penggantian air peredam secara berkala perlu dilakukan. Cara lain yang bisa menjaminnya lebih awet yaitu dibuat manisan.
Walaupun dari segi gizi, nilai kalori kolang-kaling tidak seberapa, kandungan airnya terbilang berlimpah. Unsur lain yang dimilikinya adalah pati, berfungsi sebagai cadangan energi dan penguat tekstur. Melalui proses pemanasan, baik pembakaran maupun perebusan (biasa dilakukan saat proses pengambilan), pati akan mengental dan membentuk gel, dinamakan pregelatinized starch. Pati seperti ini sangat sulit dicerna dan bisa menyebabkan cepat kenyang.
Jadi pengen buru-buru buka nich.. hehehe...
So, buat semuanya selamat menyantap makanan manis saat berbuka puasa dech... Semoga makanan manis yang kita makan mendapat berkah dari-Nya, memulihkan stamina dan menyehatkan tubuh kita. Amin.